Semarang – Sebagai bagian dari komitmen dalam mewujudkan perpustakaan perguruan tinggi yang unggul dan berstandar nasional, UPT Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Reakreditasi UPT Perpustakaan UNISSULA dengan tema “Sharing Best Practice Akreditasi Perpustakaan Berdasarkan Instrumen Akreditasi Terbaru”. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 30 Juli 2026 ini menjadi langkah strategis dalam mematangkan persiapan menghadapi proses reakreditasi perpustakaan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Tim UPT Perpustakaan UNISSULA
Kegiatan dibuka oleh Kepala Divisi Teknis UPT Perpustakaan UNISSULA, Ahmad Muzakki Nurdin, S.Hum., M.Ak., yang menyampaikan bahwa proses reakreditasi merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola, layanan, sumber daya, serta berbagai inovasi yang telah dikembangkan oleh UPT Perpustakaan UNISSULA. Melalui forum ini, seluruh tim diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implementasi instrumen akreditasi terbaru sekaligus strategi dalam memenuhi setiap indikator penilaian.
Sesi utama menghadirkan Renda Khris Ardhi Artha, S.Sos., M.Si., Pustakawan Ahli Madya Direktorat Standardisasi dan Akreditasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yang memaparkan kebijakan terbaru mengenai instrumen akreditasi perpustakaan serta berbagai aspek yang menjadi perhatian dalam proses asesmen.

Renda Khris Ardhi Artha, S.Sos., M.Si., Pustakawan Ahli Madya Direktorat Standardisasi dan Akreditasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Dalam arahannya kepada Tim UPT Perpustakaan UNISSULA, Renda menegaskan bahwa faktor utama yang menentukan keberhasilan akreditasi adalah dukungan dan komitmen pimpinan perguruan tinggi.
“Bapak dan Ibu tentu dapat berjuang apabila memperoleh dukungan dan komitmen dari pimpinan perguruan tinggi. Bagi kami sebagai asesor, hal tersebut menjadi salah satu aspek penting yang akan dicermati. Dukungan itu tidak hanya diwujudkan dalam bentuk komitmen secara lisan, tetapi juga melalui pemenuhan kebutuhan yang diperlukan selama proses persiapan akreditasi. Sebagaimana telah ditunjukkan oleh Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan UIN Sunan Ampel, keberhasilan akreditasi tidak terlepas dari dukungan penuh pimpinan institusi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa proses akreditasi harus dilaksanakan secara kolaboratif dan tidak dapat menjadi tanggung jawab perpustakaan semata.
“Tidak ada keberhasilan yang dicapai dengan bekerja sendiri. Perpustakaan harus membangun kolaborasi dengan unit Penjaminan Mutu, Biro Umum, Tim Teknologi Informasi, serta seluruh unit kerja yang terkait. Tanpa kolaborasi, komunikasi, dan kerja sama yang baik, terdapat indikator-indikator akreditasi yang akan sulit dipenuhi,” jelasnya.

Di akhir arahannya, Renda juga mengingatkan pentingnya melakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan terhadap kesiapan dokumen pendukung serta pencermatan terhadap setiap instrumen akreditasi.
“Lakukan monitoring dan evaluasi secara terus-menerus terhadap kelengkapan bukti dan pencermatan instrumen. Setelah seluruh ikhtiar dilakukan secara optimal, selanjutnya kita serahkan hasilnya dengan penuh keyakinan dan doa,” pungkasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing knowledge bersama dua perguruan tinggi yang telah berpengalaman dalam pelaksanaan akreditasi perpustakaan, yaitu Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO). Dari UINSA, materi disampaikan oleh Hary Supriyatno, S.Ag., M.Pd., selaku Sekretaris Perpustakaan, sedangkan dari UMPO menghadirkan Yolan Priatna, S.IP., M.A., selaku Kepala Lembaga Layanan Perpustakaan. Kedua narasumber berbagi pengalaman, strategi, serta praktik baik dalam memenuhi instrumen akreditasi yang menjadi referensi penting bagi tim reakreditasi UPT Perpustakaan UNISSULA.

Hary Supriyatno, S.Ag., M.Pd., selaku Sekretaris Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya

Yolan Priatna, S.IP., M.A., selaku Kepala Lembaga Layanan Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO)
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala UPT Perpustakaan UNISSULA, Erna Sunarti, S.Pd., M.Hum., yang tetap mengikuti jalannya FGD di tengah pelaksanaan tugasnya dalam memandu kegiatan Legal International Conference Services (LICS) yang berlangsung pada waktu yang bersamaan. Kehadiran beliau mencerminkan komitmen dan perhatian penuh pimpinan UPT Perpustakaan UNISSULA dalam mengawal setiap tahapan persiapan reakreditasi sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan perpustakaan secara berkelanjutan.

Komitmen Penuh Kepala UPT Perpustakaan UNISSULA, Erna Sunarti, S.Pd., M.Hum., yang tetap mengawal proses Reakreditasi UPT Perpustakaan di tengah padatnya kegiatan.
Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan UNISSULA semakin memperkuat kesiapan dalam menghadapi proses reakreditasi sekaligus memastikan bahwa setiap aspek penyelenggaraan perpustakaan telah selaras dengan standar yang ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Reakreditasi ini tidak hanya diarahkan untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian mutu institusi, tetapi juga untuk memperkokoh posisi UPT Perpustakaan UNISSULA sebagai jantung universitas, pusat literasi, serta pusat informasi dan pengembangan ilmu pengetahuan yang mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ke depan, hasil dari proses reakreditasi ini diharapkan tidak hanya memberikan pengakuan terhadap kualitas layanan UPT Perpustakaan UNISSULA, tetapi juga menjadikan perpustakaan ini sebagai rujukan dan mitra pembelajaran bagi perpustakaan perguruan tinggi lainnya dalam mengimplementasikan standar akreditasi nasional serta membangun budaya peningkatan mutu yang berkelanjutan melalui kolaborasi, inovasi, dan tata kelola yang unggul.
