Semarang – Lembaga Perpustakaan dan Penerbitan (LPP) Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) menjadi salah satu tujuan Heritage Tour dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional Ikatan Pustakawan Indonesia (Rakernas IPI) Tahun 2026. Kunjungan yang berlangsung di Perpustakaan UNISSULA, Kamis (8/10/2026), menjadi momentum untuk berbagi pengalaman mengenai pengelolaan perpustakaan, inovasi layanan, transformasi digital, serta pengembangan perpustakaan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat IPI, Dr. Joko Santoso, M.Hum. Hadir pula Ketua Pengurus Daerah IPI Provinsi Jawa Tengah Itmamuddin, S.S., M.IP., Ketua IPI Kota Semarang Aan Prabowo, S.H., M.A., serta pustakawan dan pengelola perpustakaan dari 45 institusi berbagai wilayah Indonesia. Dari UNISSULA hadir Kepala LPP, Erna Sunarti, S.Pd., M.Hum., CPS, bersama jajaran pustakawan dan pengelola LPP UNISSULA.

(Video Dokumentasi, Link IG : LPP UNISSULA Jadi Destinasi Library Tour Rakernas IPI 2026, Tegaskan Peran Perpustakaan sebagai Pusat Pengetahuan dan Inovasi)

Menyambut kunjungan tersebut, Wakil Rektor I UNISSULA, Dr. Mochamad Abdul Basir, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Perpustakaan UNISSULA sebagai salah satu tujuan library tour. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan, berbagi pengalaman, dan memperkuat jejaring antarperpustakaan.

“Merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi kami bahwa Perpustakaan UNISSULA menjadi salah satu tujuan library tour dalam rangkaian Rakernas IPI Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperluas wawasan dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan perpustakaan, layanan informasi, inovasi, dan praktik-praktik baik yang telah dikembangkan Perpustakaan UNISSULA,” ujarnya.

Wakil Rektor I UNISSULA, Dr. Mochamad Abdul Basir, S.Pd., M.Pd., saat memberikan sambutan

Ia menjelaskan bahwa perpustakaan bagi UNISSULA tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tetapi juga menjadi bagian penting dari ekosistem akademik, pusat literasi, dan ruang tumbuhnya budaya pengetahuan. Komitmen tersebut terus diwujudkan melalui pengembangan layanan, penguatan kompetensi pustakawan, inovasi digital, serta pengembangan fasilitas perpustakaan.

“Bagi UNISSULA, perpustakaan adalah jantung pengetahuan, pusat literasi, ruang tumbuhnya budaya akademik sekaligus salah satu fondasi dalam membangun generasi khaira ummah,” jelasnya.

Sejumlah capaian turut memperkuat pengembangan tersebut, di antaranya masuknya Perpustakaan UNISSULA dalam nominasi 10 besar nasional website perpustakaan perguruan tinggi, prestasi pustakawan UNISSULA sebagai Juara I Nasional Poster Ilmiah, serta kepercayaan kepada UNISSULA untuk menjadi tuan rumah KPDI XIX Tahun 2028. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya LPP UNISSULA dalam memperkuat kualitas layanan, transformasi digital, kompetensi pustakawan, dan jejaring kepustakawanan di tingkat nasional.

Perpustakaan dan Pustakawan di Era AI

Sementara itu, Dr. Joko Santoso, M.Hum., menyoroti perubahan yang dihadapi perpustakaan dan pustakawan di tengah perkembangan teknologi, khususnya artificial intelligence (AI). Menurutnya, perpustakaan harus mampu bergerak lebih inovatif dan berdaya saing agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Perpustakaan dan pustakawan saat ini harus terus bergerak menjadi lebih inovatif dan berdaya saing dalam menghadapi perkembangan artificial intelligence. Perubahan teknologi harus menjadi momentum bagi perpustakaan untuk terus beradaptasi dan menghadirkan layanan yang semakin relevan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat IPI, Dr. Joko Santoso, M.Hum. saat memberikan sambutan

Dr. Joko juga menekankan pentingnya akreditasi perpustakaan dan sertifikasi pustakawan sebagai bagian dari peningkatan mutu kelembagaan dan kualitas pelayanan. Selain itu, perpustakaan perlu memperkuat koleksi Nusantara dan kekhasan daerah sebagai bagian dari kekayaan pengetahuan dan identitas budaya bangsa.

“Akreditasi perpustakaan dan sertifikasi pustakawan menjadi hal yang penting untuk memastikan bahwa perpustakaan memiliki standar mutu dan pustakawan memiliki kompetensi yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Joko juga menyinggung kesiapan LPP UNISSULA dalam mempersiapkan KPDI XIX Tahun 2028. Menurutnya, momentum tersebut perlu dipersiapkan dengan baik agar dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan perpustakaan di tingkat nasional.

“Koleksi Nusantara dan kekhasan daerah harus terus dijaga dan dikembangkan karena menjadi bagian dari kekayaan pengetahuan dan identitas bangsa. Dalam konteks UNISSULA, kesiapan dalam menyelenggarakan KPDI 2028 juga menjadi bagian penting untuk terus diperkuat,” ujarnya.

Profil LPP dan Penerbitan

Kepala Lembaga Perpustakaan dan Penerbitan UNISSULA, Erna Sunarti, S.Pd., M.Hum., CPS. saat memberikan pemaparan singkat Profil LPP

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan profil Lembaga Perpustakaan dan Penerbitan UNISSULA yang disampaikan langsung oleh Kepala LPP, Erna Sunarti, S.Pd., M.Hum., CPS. Pemaparan memperkenalkan profil kelembagaan, layanan perpustakaan, pengembangan koleksi, sumber daya manusia, inovasi layanan, serta fungsi penerbitan sebagai bagian dari ekosistem pengetahuan di UNISSULA.

Peserta kemudian diajak melihat berbagai fasilitas perpustakaan, termasuk Sultan Agung Corner yang merepresentasikan kekhasan sejarah Sultan Agung dan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), serta taman literasi yang menjadi ruang mahasiswa untuk membaca, berdiskusi, dan melakukan aktivitas akademik.

 

Peserta Heritage Tour mengikuti Library Tour dengan antusias

Foto bersama peserta Heritage Tour di depan gedung LPP

Melalui library tour Rakernas IPI 2026, LPP UNISSULA menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai pusat pengetahuan, literasi, inovasi, dan kolaborasi. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi ruang berbagi praktik baik, memperkuat jejaring profesi, serta membuka peluang kolaborasi baru bagi kemajuan perpustakaan dan literasi di Indonesia.