0,05. Pelatiha.n pemakai berpengaruh terhadap kualitas sistem, hal ini dibuktikan dengan nilai_ sigr.ifikasi a = 0,024 < 0,05. Keahlian pemakui berpengaruh terhadap kualitas sistem, hal ini dibuktikan dengan nilai signifikasi a = 0,000 < 0,05. Komunikasi pemakai dan pengembang berpengaruh terhadap kualitas sistem, hal ini dibuktikan dengan nilai signifikasi pelatihan pemakai a = 0,03'7 < 0,05. Pengaruh pemakai tidak berpengaruh terhadap kualitas sistem, hal ini dibuktikan dengan nilai s?gnifikasi pengaruh pemakai a = 0,416 > 0,05. Dukungan top manager dan pengembang berpengaruh terhadap kualitas sistem, hal ini dibuktikan dengan nilai signifikasi a = 0,036 < 0,05. Formalisasi pengembangan kualitas sistem tidak berpengaruh terhadap kualitas sistem, hal ini dibuktikan dengan nilai signifikasi a = 0,174 > 0,05. Konflik tidak berpengaruh terhadap kualitas sistem, hal ini dibuktikan dengan nilai signifikasi a = 0,416 > 0,05. Variabel bebas (partisipasi pemakai, pelatihan pemakai, keahlian pemakai, komunikasi pemakai-pengemba.ng, pengaruh pemakai, dukungan top manajer, formalisasi pengembang kualitas system, konflik pemakai) dapat menjelaskan kualitas sistein:-aebesar 78,80 %, sedangkan sisanya 21,20 % dipengaruhi oleh variabel lain yang ti ' dakdiamati. Kata kunci : partisipasi pemakai, pelatihan pemakai, keahlian pemakai, komunikasi pemakai pengembang, pengaruh pemakai, dukungan top manajer, formalisasi pengembang kualitas system, konflik pemakai dan kualitas sistem " />