Semarang – Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan profesi pustakawan melalui pencalonan salah satu pustakawannya, Ahmad Muzaki Nurdin, S.Hum., M.Ak., sebagai calon Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Jawa Tengah periode 2026–2029. Pencalonan ini mencerminkan peran aktif pustakawan UNISSULA dalam mendukung penguatan organisasi profesi di tingkat daerah.

Foto : Peserta Musda IPI Jawa Tengah
Ahmad Muzaki Nurdin, S.Hum., M.Ak., merupakan pustakawan UPT Perpustakaan UNISSULA yang berperan dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui layanan informasi yang profesional dan berbasis teknologi. Ia turut berkontribusi dalam pengembangan layanan perpustakaan, peningkatan akses sumber daya ilmiah, serta penguatan literasi informasi bagi sivitas akademika. Peran tersebut menjadi bagian dari komitmen UNISSULA dalam mendukung kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pencalonan ini merupakan bagian dari proses Musyawarah Daerah IPI Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan secara demokratis dan sesuai mekanisme organisasi.

Foto : Sesi Foto Bersama Peserta Muda IPI Jawa Tengah
Pada tahap awal penjaringan, terdapat delapan (8) orang pendaftar sebagai bakal calon Ketua Pengurus Daerah IPI Provinsi Jawa Tengah. Setelah melalui proses verifikasi administrasi dan penyaringan oleh panitia, ditetapkan tiga (3) calon Ketua Pengurus Daerah, yaitu:
– Dyah Nugraheni, S.S., M.M., pustakawan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, sekaligus Ketua Pengurus Daerah IPI Provinsi Jawa Tengah periode 2022–2026, yang mencalonkan diri kembali sebagai petahana.
– Ahmad Muzaki Nurdin, S.Hum., M.Ak., pustakawan UPT Perpustakaan UNISSULA, sebagai calon baru Ketua Pengurus Daerah IPI Provinsi Jawa Tengah.
– Itmamudin, S.S., M.IP., pustakawan Perpustakaan UIN Salatiga, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Pengurus Daerah IPI Provinsi Jawa Tengah periode 2018–2022 dan saat ini merupakan Anggota Pembina Pengurus Daerah IPI Provinsi Jawa Tengah periode 2022–2026.
Dalam kesempatan terpisah, Ahmad Muzaki Nurdin, S.Hum., M.Ak., menyampaikan:
“Pencalonan ini merupakan amanah sekaligus tanggung jawab profesional bagi saya untuk berkontribusi lebih luas dalam pengembangan organisasi pustakawan. Saya berharap dapat mendorong peningkatan kompetensi pustakawan, memperkuat kolaborasi antar lembaga perpustakaan, serta mendukung transformasi layanan perpustakaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, sehingga pustakawan dapat semakin berperan strategis dalam mendukung pendidikan dan literasi.”

Foto : Ahmad Muzaki Nurdin, S.Hum., M.Ak., (2 dari kanan) sebagai calon Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Jawa Tengah periode 2026–2029
Sejalan dengan komitmen tersebut, Ahmad Muzaki Nurdin, S.Hum., M.Ak., mengusung visi untuk mewujudkan Ikatan Pustakawan Indonesia Jawa Tengah sebagai organisasi profesi yang berdaya saing, adaptif terhadap teknologi, serta berkontribusi nyata dalam peningkatan literasi masyarakat. Visi tersebut diwujudkan melalui beberapa fokus utama, yaitu:
– Penguatan tata kelola organisasi, melalui modernisasi sistem keanggotaan dan kemandirian organisasi.
– Transformasi digital organisasi, melalui pengembangan platform informasi, optimalisasi website, dan penguatan komunikasi publik.
– Pengembangan kompetensi pustakawan, termasuk peningkatan kapasitas di bidang literasi digital, literasi data, dan teknologi informasi.
– Penguatan advokasi profesi, melalui dukungan terhadap kebijakan, sertifikasi, dan pengembangan karier pustakawan.
– Penguatan jejaring dan kolaborasi, dengan berbagai institusi pendidikan, pemerintah, dan mitra strategis.
– Peningkatan kontribusi kepada masyarakat, melalui program literasi, riset, dan kegiatan yang berdampak langsung bagi pengembangan budaya literasi di Jawa Tengah.
Pencalonan ini menjadi kebanggaan bagi UNISSULA serta mencerminkan komitmen institusi dalam mendukung pengembangan profesi pustakawan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan pengetahuan, literasi, dan sumber daya manusia yang unggul di tingkat regional maupun nasional.
