Islam sebagai agama yang komprehensif, secara menyeluruh dapat memandu segala lini dan bentuk kehidupan. Melalui kitab suci Al-Qur’an, Islam menjadi agama yang memandu umat dan pengikutnya secara aktual dalam mengadaptasi pada segala masa dan zaman. Al-Qura’an juga sebagai pembawa pesan hidup dan perdamaian untuk seluruh umat manusia, terlepas dari latar perbedaan warna kulit, kesukuan, ras, dan agama itu sendiri. Al-Qur’an memuat petunjuk dan tata aturan kehidupan yang komplek.

Islam dan Kedamaian Merupakan Kombinasi Sepaket

Sebagai pembawa pesan kedamaian, seyogyanya penganut dan pengikut ajaran Islam menjadi pembawa pesan kedamaian Al-Qur’an untuk seluruh umat. Dalam hal ini, umat Islam yang mengimani Al-Qur’an merepresentasikan diri dan membentuk diri sesuai dengan ajaran kitab suci Al-Qur’an, terlepas dari perbedaan mahzab-mahzab. Umat Islam ikut berperan dan bertanggung jawab atas pandangan persepsi yang terbentuk dari umat lain dalam memandang Islam sebagai agama yang rahmatan ‘lil alamin.

Melawan Intoleransi dengan Kasih Sayang

Merepresentasikan kasih sayang perlu diperjelas dengan tindakan. Dalam lingkup makna ini, saling mengasihi, saling menghargai, dan toleran adalah lebih dari cukup apabila dalam ranah makna berhubungan dengan sesama manusia, terlepas dari latar perbedaan warna kulit, kesukuan, ras, dan agama. Konsep habluminannas ini juga tertuang dalam Al-Qur’an. Setiap pandangan menghasilkan sintesa dan antitesa yang pembentukan sudut pandang tersebut terlahir dari masing-masing insan. Islam berdiri sebagai agama pembawa pesan damai, namun dalam implementasinya terkadang berbeda, tergantung kembali kepada karakter dan habit individu sebagai penerus pesan yang menerima ilmu dari Al-Qur’an. Maka dari itu, diperlukan kesepadanan dalam memahami Al-Qur’an sebagai panduan hidup umat Islam. Sehingga,¬†core¬†dari pesan perdamaian yang terkandung dapat dipahami dan diteruskan melalui implementasi dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Mulai Ramadhan ini, hingga selepas bulan suci, bahkan hingga akhir hayat, nawaitu-lah dalam belajar Al-Qur’an. Sehingga kita menjadi salah satu insan pembawa pesan perdamaian tersebut.