SEMARANG – Muhammad Thoriqul Huda dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Dzakiyatil Baroroh dari Fakultas Agama Islam terpilih sebagai Duta Baca UNISSULA 2026. Sementara itu, gelar Runner-up Putra diraih M. Hanif Arrizqi dari Fakultas Bahasa, Sastra, dan Budaya, sedangkan Runner-up Putri diraih Syafira Tias Octavia dari Fakultas Ilmu Komunikasi. Pengumuman para pemenang menjadi bagian dari puncak perayaan Milad ke-58 Lembaga Perpustakaan dan Penerbitan (LPP) UNISSULA pada 28 Oktober 2026.

Foto : Juara 1 Duta Baca UNISSULA 2026 Muhammad Thoriqul Huda dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Dzakiyatil Baroroh dari Fakultas Agama Islam

Foto : Penyerahan Hadiah dilakukan oleh Kepala LPP UNISSULA, Erna Sunarti, S.Pd., M.Hum.
Perjalanan menuju gelar Duta Baca UNISSULA 2026 tidak berhenti pada seleksi administratif berupa penilaian Curriculum Vitae (CV) dan video Reels. Para finalis juga harus menunjukkan kemampuan melalui unjuk bakat serta menghadapi dua sesi tanya jawab yang menguji wawasan, kemampuan berpikir, dan keterampilan berkomunikasi.
Pada sesi unjuk bakat, Muhammad Thoriqul Huda dan Dzakiyatil Baroroh sama-sama menampilkan monolog atau storytelling dengan pesan yang kuat. Penampilan keduanya tidak sekadar menjadi ajang menunjukkan kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga menghadirkan cerita sebagai media penyampaian gagasan dan nilai. Melalui narasi yang dibawakan, keduanya memperlihatkan bagaimana sebuah cerita dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan, menggugah pemikiran, dan membangun kedekatan dengan audiens.

Foto : Muhammad Thoriqul Huda saat Unjuk Bakat

Foto : Dzakiyatil Baroroh saat Unjuk Bakat
Keduanya juga menunjukkan performa yang meyakinkan dalam sesi tanya jawab. Dengan waktu menjawab yang hanya satu menit, Muhammad Thoriqul Huda dan Dzakiyatil Baroroh mampu merespons pertanyaan dengan tenang, menyampaikan gagasan secara terarah, serta memberikan jawaban yang menjawab inti persoalan. Wawasan yang luas dan kemampuan mengomunikasikan pemikiran secara efektif menjadi nilai penting yang mendukung terpilihnya mereka sebagai Duta Baca UNISSULA 2026.
Adapun gelar Runner-up Putra dan Putri menjadi bentuk apresiasi atas pencapaian M. Hanif Arrizqi dan Syafira Tias Octavia selama mengikuti rangkaian seleksi. Keempat mahasiswa tersebut telah melalui proses penilaian yang memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan potensi, wawasan, serta kemampuan menyampaikan gagasan mengenai literasi.

Foto : Runner Up Duta Baca UNISSULA 2026 M. Hanif Arrizqi dari Fakultas Bahasa, Sastra, dan Budaya, dan Syafira Tias Octavia dari Fakultas Ilmu Komunikasi.

Foto : Penyerahan hadiah untuk runner Up dilakukan oleh Pustakawan Ahli Muda Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Nugraheni, S.S., M.M., Kepala UPT Kerjasama International UNISSULA, Rio Luhung Pribadi, S.Pd.,
Terpilihnya para pemenang tahun ini sekaligus menandai pergantian estafet Duta Baca UNISSULA dari periode sebelumnya, yang diwakili oleh Muhammad Mikhail Faqih dan Vina Marshela dari Fakultas Ilmu Komunikasi sebagai Duta Baca UNISSULA 2025.
LPP UNISSULA menyampaikan selamat kepada Muhammad Thoriqul Huda, Dzakiyatil Baroroh, M. Hanif Arrizqi, dan Syafira Tias Octavia atas pencapaian mereka. Gelar yang diraih bukan sekadar penghargaan atas keberhasilan dalam kompetisi, melainkan juga amanah untuk menjadi teladan dan penggerak budaya literasi di lingkungan kampus.


Melalui Duta Baca UNISSULA 2026, diharapkan semangat literasi yang telah dibangun oleh para duta pada periode sebelumnya dapat terus berlanjut dan berkembang. Para duta terpilih diharapkan mampu mengajak mahasiswa untuk semakin dekat dengan buku, memperluas wawasan, membangun tradisi berpikir kritis, serta memanfaatkan teknologi secara bijak dalam mencari dan mengolah informasi.
Sejalan dengan tema Milad ke-58 LPP UNISSULA, “READ, Discover, Empower: AI Can Inspire, Human Must Inquire”, kehadiran Duta Baca 2026 diharapkan dapat memperkuat pesan bahwa literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi juga tentang keberanian bertanya, kemampuan menelaah informasi, dan kemauan untuk terus belajar. Dengan demikian, Duta Baca dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan sivitas akademika yang kritis, berwawasan luas, dan berdaya melalui literasi.
